Rabu, 28 Desember 2011

Kasus Penculikan Melalui Facebook


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang

          Perkembangan zaman dan masa tidak dapat kita hindari, sepanjang tahun  ini perkembangan media sosial sangatlah signifikan. Di era perkembangan teknologi komunikasi yang sudah mendunia ini, hampir semua masyarakat di dunia berpaling ke teknologi komunikasi yang memiliki kecepatan dan efisien untuk mendapatkan informasi. Bahkan sekarang ini teknologi komunikasi telah menjadi kunci utama dalam kehidupan sehari-hari artinya masyarakat tidak bisa lepas dari teknologi komunikasi yang merupakan wadah sumber informasi yang mereka anggap penting.
                 Komuniasi awalnya terjadi secara tatap muka antara komunikator dengan komunikan, seiring berkembangnya teknologi dan informasi maka komunikasi juga turut berkembang sesuai kemajuan zaman.
       Informasi menjadi sesuatu yang sangat penting saat ini. Kemajuan teknologi juga turut memajukan informasi. Informasi bisa didapatkan dari teman, keluarga, media cetak maupun media elektronik.apalagi pada era yang modern saat ini banyak masyarakat luas yang suah menggunakan media baru yaitu sarana media Internet.
                 Penggunaan internet bukanlah suatu hal yang istimewaatau khusus untuk kalangan tertentu, baik dari segi profesi, kalangan masyarakat, pendidikan dan usia. Hampir semua golongan masyarakat sudah tahu dan akrab dengan internet.
                 Seiring dengan perkembangan waktu dan modernisasi internet menjadi sebuah kebutuhan dan aktifitas tetap manusia sebagai anggota masyarakat. Selain menjadi tututan profesi, perkembangan profesi, perkembangan ilmu pengetahuan, berita, dan hiburan, berinternet juga menjasdi cara alternatif seseorang bergaul sebagai mahkluk sosial.
                 Hanya dengan bermodal sebuah komputer dengan sambungan kabel LAN atau bandwidth seseorang dapat mengakses internet dengan mudah dan bebas selam dua puluh empat jam setiap harinya ( non-stop ) disebagian besar penjuru negeri ini.
                 Kehadiran internet memudahkan masyarakat untuk  mendapartkan informasi dan data yang belum tentu ditemukan secara langsung dalam media ceta yang  bisa dijumpai sehari hari. Terutama karena halangan cara dan biaya yang tidak sedikit.
                 Di Indonesia, dapat ditemukanwarung internet ( warnet ) yang bertebaran disepanjang pinggiran jalan. Selain itu banyak tempat tempat  umum, lembaga pendidikan, cafe, mall, dan temat tempat rekreasi yang menawarkan jasa hotspot atau wifi untuk masyarakat yang memiliki leptop atau phoneboo. Disamping itu, banyak  tipe ponsel yang  dilengkapi dengan aplikasi intrnet.
                 Seiiring dengan perkembangan yang pesat dengan adanya teknologi itu, banyak situs dan aplikasi pertemanan, promosi, milis, dan aplikasi aplikasi lai. Di antaranya adalah GoogleTalk, AIM, yahoo, Multiply, Live Messanger, miRC, My Space, Friendster, dan  Facebook.

                 Facebook atau Buku Muka adalah salah satu situs jejaring sosial dengan beberapa fasilitas yang memungkinkan seseorang  dapat menjalin pertemanan dan komunikasi secara aktif dengan seseorang atau suatu badan Organisasai tertentu, tampa dibatasi, dengan jarak, ruang , dan waktu..
       . Sejak tahun 2007, Facebook mengalami peningkatan penggunaan diindonesia, hingga sekarang, Indonesia menjadi salah satu negara dengan pengguna facebok yang besar. Hal tersebut dapat tejadi karena jumlah penduduk Indonesia yang juga salah satu terbesar di dunia dan juga masyarakat Indonesia yang suka berinteraksi satu dengan lainnya.

                 Seiring berkembangnya waktu, permasalahan yang terjadi di Facebook baik positif maupun negatif terjadi. Berbagai cyber crime sering terjadi di Facebook seperti penipuan yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab hingga penculikan terhadap anak dibawah umur yang bermula dari perkenalan.
Namun tak hanya unsur negatif saja yang terjadi di Indonesia, hal positif juga terjadi. Facebook menimbulkan hasrat seseorang untuk berwirausaha, Facebook dijadikan wadah online shop.
           Berbagai kreativitas yang diciptakan dijual oleh penciptanya melalui Facebook. Jadi Facebook merupakan media sosial yang mempunyai dampak yang cukup signifikan bagi penggunanya dan hal tersebut dapat terlaksana sesuai dengan bagaimana pengguna Facebook tersebut menggunakannya.

1.2  Rumusan Masalah
            Penggunaan situs jejaring Facebook pertemanan facebook sudah semakin luas dikalangan remaja Indonesia. Berbagai fenomena permasalahan remaja dengan situs jejaring sosial Facebook yang terjadi di Indonesia menggambarkan bahwa remaja cenderung memperlihatkan keunikan dan kekebalan remaja melalui situs jejaring sosial, fenomena tersebut antara lain memposkan data data pribadi pada Faceboo, penggunaan bahasa yang khusus dikalangan remaja, penculikan sejumlah remaja, trafficking, kasus penghinaan terhadap orang lain, kasus pelecehan seksual, dan kasus kasus lainya.
             Prilaku sembrono yang dilakukan para remaja selain dipengaruhi faktor faktor sosial lainya, perkembangan remaja juga dipengaruhi bagaimana pola asuh yang diterapkan orang tua mereka. Beberapa prilaku yang muncul dalam perkembangan remaja selanjutnya dinilai para ahli merupakan hasil dari pola asuh orang tua. Hasil penelitian menemukan adanya hubungan antara pola asuh dan tingkat penggunaan internet orang tua, prilaku internet, pengalaman  internet, dan secara signifikan juga berpengaruh pada penggunaan internet anak remaja mereka. Namun belum terdapat penelitian yang secara spesifik membuktikan apakah pola asuh juga berhubungan dengan kasus penculikan via facebook .
Dalam penelitian ini kemudian dijabarkan dalam pertanyaan penelitian yaitu;
1.      Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kasus penculikan “ Nova Triani “ terhadap pola asuh orang tua pada saat ini ?

1.3  Tujuan Penulisan
Makalah ini dibuat dengan tujuan menganalisis apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kasus penculikan via Facebook “ Nova Triani” dengan pola asuh orang tua pada saat ini,juga menganalisis mengenai dampak dampak  negatif penggunaan situs jejaring sosial  Facebook, terutama bagi pengguna jejaring sosial Facebook ini.

1.4   Manfaat Penulisan  Makalah
            Manfaat yang diambil dalam pembuatan Makalah mengenai Facebook ini adalah untuk mengetahui sejauh mana jejaring sosial “Facebook” berkembang dan sejauh mana facebook telah merubah pola fikir dan perilaku masyarakat sehari – hari dengan adanya jejaring sosial facebook ini. Agar kita dapat memahami perubahan yang terjadi dikalangan masyarakat yang modern ini.
     Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada pembaca tentang perkembangan  jejaring sosial terutama facebook. Sehingga dapat bermanfaat bagi pembaca.

1.5  Metode Analisis
Metode yang digunakan dalam membuat makalah ini adalah metode yang mengacu pada situs situs yang relavan terhadap topik yang sedang dibahas.

1.6  Sistematika Penulisan
BAB I       PENDAHULUAN
                  Pendahuluan terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penulisan, manfaat pembuatan makalah, metode analisis dan sistematika penulisan
BAB II      TINJAUAN PUSTAKA
                  Kajian Pustaka terdiri dari kajian penjabaran beberapa teori yang berhubungan dengan permasalahan yang sedang di teliti serta konsep penulisan makalah
BAB III    PEMBAHASAN
                  Dalam bab ini Pembahasan terdiri dari pembhasan suatu masalah                             yang sedang diteliti dalam makalah ini.
BAB  IV   KESIMPULAN DAN SARAN
                  Kesimpulan dan Saran terdiri dari kesipula masalah yang sedang                             diteliti serta saran.



BAB II
KAJIAN PUSTAKA

         2.1 Perkembangan Media Massa
            Media Massa (Mass Media) adalah sarana komunikasi massa (channel of mass communication). Komunikasi massa sendiri artinya proses penyampaian pesan, gagasan, atau informasi kepada orang banyak (publik) secara serentak.
Ciri-ciri (karakteristik) media massa adalah disebarluaskan kepada khalayak luas (publisitas), pesan atau isinya bersifat umum (universalitas), tetap atau berkala (periodisitas), berkesinambungan (kontinuitas), dan berisi hal-hal baru (aktualitas).
Namun dalam perkembangannya media massa mengalami beberapa tahap perkembangan. Berikut ini akan dibahas tentang perkembangan media massa.

Perkembangan Media Massa

1.      Media massa tradisional

Media massa tradisional adalah media massa dengan otoritas dan memiliki organisasi yang jelas sebagai media massa dimana terdapat ciri-ciri seperti:
  1. Informasi dari lingkungan diseleksi, diterjemahkan dan didistribusikan
  2. Media massa menjadi perantara dan mengirim informasinya melalui saluran tertentu.
  3. Penerima pesan tidak pasif dan merupakan bagian dari masyarakat dan menyeleksi informasi yang mereka terima.
  4. Interaksi antara sumber berita dan penerima sedikit.

 Macam-macam media massa tradisional

·         surat kabar
·         majalah
·         radio
·         televisi
·         film (layar lebar).

2.      Media massa modern / Media Online

Seiring dengan perkembangan teknologi dan sosial budaya, telah berkembang media-media lain yang kemudian dikelompokkan ke dalam media massa seperti internet dan telepon selular dan istilah ini kemudian dikenal dengan istilah media Online.
Media massa yang lebih modern ini memiliki ciri-ciri seperti:
  1. Sumber dapat mentransmisikan pesannya kepada banyak penerima (melalui SMS atau internet misalnya)
  2. Isi pesan tidak hanya disediakan oleh lembaga atau organisasi namun juga oleh individual
  3. Tidak ada perantara, interaksi terjadi pada individu
  4. Komunikasi mengalir (berlangsung) ke dalam
  5. Penerima yang menentukan waktu interaksi
Media Online di Indonesia lahir pada saat jatuh-nya pemerintahan Suharto di tahun 1998, dimana alternatif media dan breaking news menjadi komoditi yang di cari banyak pembaca.Dari situlah kemudian tercetus keinginan membentuk  media online pertama yaitu detik.com yang update-nya tidak lagi menggunakan karakteristik media cetak yang harian, mingguan, bulanan. Tetapi yang dijual detikcom adalah breaking news. Dan dengan bertumpu pada tampilan apa adanya detikcom melesat sebagai situs informasi digital paling populer di kalangan pengguna internet Indonesia hingga saat ini. Setelah detik.com banyak media online yang mulia bermunculan  seperti contohya situs-situs yang berhubungan dengan pertelevisian, radio maupun surat kabar.
2.2 Teori S-R
            Teori  S – R ( stimulus dan respon)
Teori ini adalah teori paling dasar . Model ini dipengaruhi oleh disiplin psikologi , khusunya psikologi  behavioralistik.
Teori ini menjelaskan komunikasi sebagai suatu proses “aksi dan reaksi” yang sangat sederhana.
Contoh teori S – R :
            - Seorang pria berkedip pada seorang wanita kemudian wanita itu tersipu malu.
            - Si Ali  tersenyum pada Rina, kemudian Rina membalas tersenyum pula.
Jadi model ini mengasumsikan bahwa kata – kata verbal  (lisan atau tulisan), isyarat non verbal , gambar atau kata – kata tertentu akan merangsang seseorang untuk memberikan respon dengan cara tertentu. Oleh karena itu , kita dapat menggagap proses ini sebagai pertukaran atau pemindahan informasi  atau gagasan . Proses ini bersifat timbale balik dan mempunyai banyak efek .
Secara implicit , asumsi teori S – R bahwa perilaku manusia dapat diramalkan. Singkatnya , komunikasi dianggap statis yang menganggap manusia selalu berperilaku kekuatan dari luar / stimulus, bukan berdasarkan kehendak atau keinginan sendiri.
            Teori S – R ini sama dengan teori jarum suntik ( jarum hipodermik) . Model ini mengasumsikan media massa secara langsung, cepat dan ampuh/ powerfull atau mempunyai efek yang kuat atas audience atau khalayak .
Media massa diibaratkan sebagai jarum suntik besar yang memiliki kapasitas sebagai perangsang (S) yang amat kuat dan menghasilkan tanggapan (R) yang kuat pula, bahkan secara otomatis , reflektif dan mekanistis .
Teori S – R dan jarum hipodermik menggambarkan bahwa pesan – pesan media sampai kepada khalayak atau individu langsung tepat sasaran.

Kaitan teori S –R terhadap kasus penculikan di facebook
Ketika kasus penculikan berawal dari sebuah perkenalan di facebook melalui chat , sang  pelaku yang mengirimkan stimulus (S) kepada korban nya berupa janji – janji bahwa akan dibelikan sebuah hp bagus langsung saja diterima secara mentah – mentah oleh korban tanpa berfikir dulu apakah janji tersebut benar  ( R ) atau hanya sebuah cara untuk mengelabui korban agar dia percaya bahwa janji yang diberikan benar adanya.
Disini korban tampak tidak berdaya karena informasi yang diberikan diterima nya secara langsung saat dia berinteraksi dengan orang lain di dunia maya. Hal seperti ini berkaitan juga dengan teori jarum hipodermik, dimana pesan atau informasi yang diterima saat berinteraksi dengan orang lain di dunia maya menimbulkan efek yang kuat, langsung dan terarah sehingga komunikan menerima begitu saja pesan – pesan yang diberikan oleh orang yang sedang berinteraksi dengan nya di dunia maya tanpa ada pertimbangan atau pemikiran terlebih dahulu. Informasi – informasi yang diberikan pelaku akan membuat korban senang dan pecaya kepada pelaku tersbut, kemudian setelah percaya pelaku akan mengajak nya pergi ke suatu tempat, karena korban sudah percaya maka korban mau begitu saja bertemu dengan pelaku yang katanya akan memberikan hp baru kepada korban.
Saat bertemu tersebut pelaku akan membawa atau menculik korban yang sudah percaya bahwa dia akan diberikan hp tersebut.



BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Sejarah Facebook

            Facebook adalah sebuah layanan jejaring sosial dan situs web yang diluncurkan pada Februari 2004 yang dioperasikan dan dimiliki oleh Facebook, Inc. Pada Januari 2011[update], Facebook memiliki lebih dari 600 juta pengguna aktif. Pengguna dapat membuat profil pribadi, menambahkan pengguna lain sebagai teman dan bertukar pesan, termasuk pemberitahuan otomatis ketika mereka memperbarui profilnya. Selain itu, pengguna dapat bergabung dengan grup pengguna yang memiliki tujuan tertentu, diurutkan berdasarkan tempat kerja, sekolah, perguruan tinggi, atau karakteristik lainnya. Nama layanan ini berasal dari nama buku yang diberikan kepada mahasiswa pada tahun akademik pertama oleh administrasi universitas di AS dengan tujuan membantu mahasiswa mengenal satu sama lain. Facebook memungkinkan setiap orang berusia minimal 13 tahun menjadi pengguna terdaftar di situs ini.
            Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg bersama teman sekamarnya dan sesama mahasiswa ilmu komputer Eduardo Saverin, Dustin Moskovitz dan Chris Hughes. Keanggotaan situs web ini awalnya terbatas untuk mahasiswa Harvard saja, kemudian diperluas ke perguruan lain di Boston, Ivy League, dan Universitas Stanford. Situs ini secara perlahan membuka diri kepada mahasiswa di universitas lain sebelum dibuka untuk siswa sekolah menengah atas, dan akhirnya untuk setiap orang yang berusia minimal 13 tahun.
Studi Compete.com bulan Januari 2009 menempatkan Facebook sebagai layanan jejaring sosial paling banyak digunakan menurut pengguna aktif bulanan di seluruh dunia.  (Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Facebook)
Dampak positif facebook :
1.             Mempererat tali silahturahmi, Mungkin ini adalah kegunaan facebook yang paling kira rasakan. Bahkan dengan adanya facebook kita bisa menemukan kembali orang – orang yang pernak kita kenal di masa lalu.
                 Contohnya : Teman SD kita yang sudah lama tidak bertemu, dan kita tidak mempunyai innformasi apapun tentang dia, dapat dengan mudah kita ketahui kabarnya dengan mencari namanya di akun facebook.
2.             Mengetahui potensi diri. Dalam facebook banyak terdapat kuis yang bermanfaat untuk mengetahui lebih banyak tentang siapa kita sebenarnya. Namun, kita juga harus tetap waspada, sebagian kuis yang terdapat dalam facebook mengandung unsur – unsur ramalan, dan sudah tentu anda paham bahwa percaya pada ramalan merupakan sebuah kesyirikan, dosa yang tidak akan diampuni oleh allah SWT.
Contohnya  : jika kita atau orang lain yang memiliki facebook, pasti dia mengetahui ada beberapa games atau kuis yang ada di facebook. Dan kuis itu biasanya berisi tentang pertanyaan – pertanyaan tentang diri kita sendiri, dari kuis itulah kita dapat lebih mengetahui potensi yang ada pada diri kita.
3.                       Di facebook kita bisa bergabung dengan berbagai komunitas atau group.
        Contonya: diskusi jadi lebih mudah dengan menggunakan group,  misalnya         semua anak universitas budilluhur. Fakultaskomunikasi bergabung dalam satu group yang sama. Maka akan sangat mudah untuk membahas suatu masalah yang ada.

3.2 Dampak dam Efek
Dampak negatif dari facebook  :
1.      Pornografi. Anggapan yang mengatakanbahwa internet identik dengan pornogreafi, memangtidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela. Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen ‘ browsermelengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home page yang dapat diakses. Di internet terdapat gambar – gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorsang untuk bertindak kriminal.
2.      Penipuan. Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
3.      Penculikan  Salah satunya kasus penculikan di  facebook yang menimpa salah seorang remaja yaitu Nova Triani gadis berumur 14 tahun.
Gadis 14 Tahun Diculik Oleh Teman di Facebook
Ibu korban sempat melihat anaknya bertemu seorang lelaki.
            Senin, 8 Februari 2010, 16:18 WIB
            Eko Priliawito

            VIVAnews - Gadis 14 tahun menghilang bersama tiga teman lelakinya yang dikenal melalui situs jejaring sosial facebook, sejak Sabtu 6 Febuari 2010. Hingga kini korban masih dalam pencarian orangtuanya.
Korban yang diketahui bernama Marieta Nova Triani adalah siswa kelas dua SMP di Surabaya, Jawa Timur
. 
            Dari kasus diatas, kami dapat sedikit mengambil kesimpulan. Bahwa seharusnya situs jejaring sosial facebook mempunyai peraturan atau perundangan, atau apa pun itu namanya yang dapat memberikan keamanan bagi siapa saja yang mengakses atau menggunakannya. Selain peningkatan keamaanan dalam jejaring sosial facebook harus ditingkatkan, para pengguna facebook pun terutama yang masih anak-anak, remaja, atau dibawah umur, mendapatkan pengawasan yang extra saat sedang mengakses facebook.
            Tapi di sisi lain memang kalau kita perhatikan yang menjadi korban dari aksi penculikan ini memang gadis yang bisa dibilang masih ABG. Kadang saya juga melihat bahwa anak remaja sekarang sedikit menunjukkan suatu pola hidup yang ingin menunjukkan eksistensinya di dunia maya. Sebenarnya hal  itu sah- sah saja dilakukan t akan tetapi tetap harus sesuai dengan kewajaran.  Bila kita perhatikan banyak anak-anak remaja  yang berpose ria dalam berfotonya dengan muka-muka imut dan selalu memajang di situs pertemanan. Masalah faktor kelabilan bisa juga menjadi sasaran empuk para pelaku penculikan, menurut saya faktor lingkungan keluarga mungkin juga bisa menjadi penyebabnya di mana si korban ini tidak mendapatkan kasih sayang dari keluarga pun juga bisa. 
            Fenomena maraknya penculikan melalui situs pertemanan Facebook ini menurut saya akan sedikit menimbulkan paradigma baru akan hubungannya kasus ini dengan Facebook itu sendiri. Terus terang saya selaku pengguna facebook atau facebooker sedikit khawatir karena lebih condong kekhawatiran saya ini justru ke arah Facebook itu sendiri. Siapa tahu kalau facebook ini lagi-lagi di cap sebagai biang keladi dari kasus ini atau dengan kata lain akan timbul persepsi dari masyarakat. persepsi seperti itulah yang kemungkinan akan muncul kepermukaan dengan suasana masyarakat Indonesia yang sedangan ingin berkembang ini. Mungkin bagi orang tua zaman sekarang saya rasa yang mempunyai seorang putri harus lebih waspada,memperhatikan dan mengontrol setiap kegiatan buah hatinya.
            Menurut kami Facebook sendiri hanya sebagai media untuk komunikasi dan tidak lebih. Bisa diibaratkan seperti pisau kalau kita gunakan untuk yang positif ya akan positif tapi kalau negatif ya hasilnya negatif, Facebook pun juga seperti itu. Sebenarnya tinggal bagaimananya kita memanfaatkan Facebook itu sendiri. (Sumber : http://setokakseto.posterous.com/maraknya-penculikan-via-facebook)
Selain adanya dampak positif dan negatif dalam jejaring sosial “ FACEBOOK” terdapat juga efek efek lain seperti hal nya pada media massa efek efek tersebut ada 3 macam yaitu;
1.      EFEK KOGNITIF yang dimaksud dalam  efek kognitif disini ialah akibat yang timbul pada diri pengguna  facebook  ( komunikan ) yang sifat nya informatif bagi dirinya.
Contohnya  dijejaring sosial FACEBOOK kita bukan hanya dapat menjalin pertemanan saja tetapi juga dapat mengetahui informasi informasi dari sesama jejaring sosial Facebook yang dimiliki si pengguna lainnya (undangan seminar,pertemuan atau sekedar ilmu ilmu pengetahuan dan informasi lainnya). (http://kommabogor.wordpress.com/).
2.      EFEK AFEKTIF  yang dimaksud  efek ini adalah efek ini kadarnya lebih  tinggi daripada efek sebelumnya yaitu efek Kognitif, dan tujuan dari penggunaan jejaring sosial Facebook itu sendiri tentu bukan hanya sekedar sebagai jejaring pertemanan yang dapat memberikan informasi .
 Sebagai contoh dalam facebook mungkin ada pengguna facebook yang sedang membahas kasus narkoba  yang telah menimpa artis kawakan roy marten setelah kita  membaca informasi bahwa  artis kawakan Roy Marten dipenjara karena kasus penyalah-gunaan narkoba, maka dalam diri kita akan muncul perasaan jengkel, iba, kasihan, atau bisa jadi, senang. Perasaan sebel, jengkel atau marah daat diartikan sebagai perasaan kesal terhadap perbuatan Roy Marten. Sedangkan perasaan senang adalah perasaan lega dari para pembenci artis dan kehidupan hura-hura yang senang atas tertangkapnya para public figure yang cenderung hidup hura-hura. Adapun rasa iba atau kasihan dapat juga diartikan sebagai keheranan khalayak mengapa dia melakukan perbuatan tersebut.informasi saja
penggunanya tetapi setelah mengetahui informasinya si pengguna diharapkan dapat merasakannya. (http://kommabogor.wordpress.com/)
3.      .EFEK BEHAVIORAL yang dimaksud efek behavioral  disini merupakan akibat yang timbul pada diri si pengguna dalam bentuk prilaku, tindakan  atau kegiatan.
Sebagai contoh pada akhir akhir ini  banyak informasi yang menginformasikan tentang seringnya penipuan atau penculikan dalam jejaring facebook dan akibat dari informasi informasi yang didapat si pengguna facebook  mereka jadi lebih waspada dan mengambil sikap lebih hati hati kepada sesama pengguna facebook lainya agar tidak terjadi hal hal yang mungkin tidak diinginkan si pengguna facebook tersebut(. http://kommabogor.wordpress.com/)






BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

            Perkembangan teknologi informasi berkembang sesuai dengan kemajuan zaman. Perkembangan teknologi informasi tersebut juga memunculkan media sosial seperti facebook yang mempunyai dampak positif dan negative. Maka daroi itu pengguna facebook harus meningkatkan dan waspada dalam mengunakan jejaring sosial facebook, terutama yang masih anak-anak, remaja, atau dibawah umur, mendapatkan pengawasan yang extra saat sedang mengakses facebook. Terkadang kesalahan atau masalahnya bukan ada pada facebook itu, tetapi justru kepada penggunanya. Jejaring social Facebook dimana penggunanya harus bisa memilih akan kebutuhannya dengan media sosial misalnya seperti facebook.
Saran  praktis :
Berdasarkan analisis yang kami lakukan sebaiknya pengguna jejaring sosial  dalam hal ini pengguna facebook. Berikut beberapa saran dalam menggunakan facebook :
1.      . Jangan terlalu detail memberikan informasi di bagian "INFO" seperti tanggal lahir dengan lengkap  (mungkin hilangkan tahunnya), alamat yang sebenarnya tidak usah dicantumkan, lalu menikah dengan siapa dll. Karena informasi ini bisa-bisa dipakai oleh seseorang untuk  misalnya, mengkonfirmasikan credit card Anda para pengguna facebook.
2.       Hati-hati menulis di "WALL". Jangan menulis di wall hal-hal yang sifatnya pribadi atau sensitif, karena tulisan Anda akan di-broadcast ke seluruh teman-teman Anda dan akan menjadi permanen terpampang di wall teman Anda tsb. Gunakan fasilitas message (seperti e-mail) atau chat kalau ingin berkomunikasi secara pribadi. Ibaratnya, menulis di Wall berarti Anda sedang menulis di tembok pinggir jalan (semua orang akan bisa baca).
3.      Jangan sembarangan untuk join pada berbagai "CAUSES" karena akan membuka teman-teman baru yang mungkin tidak Anda kenal secara dekat. kecuali memang ini tujuan Anda.
4.       Sewaktu menambah teman, harap hati-hati dalam mengkonfirmasi ('CONFIRM"). Re-check siapa yang merekomendasi atau siapa saja teman-teman bersamanya (common friends).
5.      Jangan terlalu banyak memakai fasilitas-fasilitas aplikasi ("APPLICATION" ) Facebook, karena kita bisa saja terkecoh mana yang aplikasi Facebook resmi dan mana yang bukan (Spyware). Selain itu, kita tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh software-software aplikasi tersebut setelah mengambil data-data pribadi kita.
6.       Upload foto-foto ("PHOTOS") yang kira-kira tidak akan mempunyai dampak negatif di kemudian hari. ( Sumber : http://www.blogtorik.com/2009/03/tips-bagi-pengguna-facebook.html )
Saran teoritis :
                                    Dalam penelitian ini masih banyak terdapat kekurangan dalam hal penyajian data yang lengkap dan akurat. Oleh karena itu, bagi yang hendak melakukan penelitian dengan menggunakan objek penelitian yang sama, diharapkan dapat lebih menyajikan data-data yang lengkapdan akurat. Metode yang digunakan dalam membuat makalah ini adalah metode yang mengacu pada situs situs yang relavan terhadap topik yang sedang dibahas.
                                    Kami juga menyadari, bahwa, dalam pembahasan ini sumber-sumber dan referensi yang terkait secara langsung dengan objek penelitian yang digunakan dalam pembahasan ini masih sangat kurang. Oleh karena itu, diharapkan bagi yang hendak melakukan penelitian menggunakan objek dan variabel penelitian yang sama agar lebih memperbanyak lagi sumber-sumber dan referensi yang akurat terkait dengan permasalahan yang diangkat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar